Thursday, 28 January 2016

Kali ini kita akan membahas tentang Contoh Kalimat Menggunakan Kata "ketua". Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Contoh Kalimat Menggunakan Kata "ketua"


Bagaimana membuat kalimat dengan menggunakan kata "ketua" dalam bahasa Indonesia? Dengan melihat dan mempelajari contoh-contoh kalimat dari kata "ketua", kita akan terbantu untuk memahami arti dan pengertian dari kata tersebut. Perlu juga kalian pahami bahwa arti dan makna kata tersebut bisa berbeda untuk kalimat-kalimat yang tidak sama.

Untuk lebih jelasnya, contoh kalimat yang menggunakan kata "ketua" dapat dilihat pada beberapa kalimat yang dikumpulkan dari berbagai sumber di internet seperti berikut ini.
Membuat Kalimat dari kata

Contoh-contoh Kalimat yang Menggunakan Kata "ketua"

  1. Hamba adalah puteri ketua Thian-li-pang.
  2. Aku dimintai bantuan oleh ketua Bu-tong-pai.
  3. "Mari, Cu-enghiong, kita menghadap ketua kami.
  4. Kata ketua umumnya yang dipecat, Ketua GP Ansor
  5. Tiba-tiba sikap ketua Jang-kiang-pang itu berubah.
  6. Engkau berpikiran seperti ketua Thian-li-pang itu.
  7. Diam-diam Siauw Cu kagum kepada ketua pengemis itu.
  8. "Engkau murid seorang ketua perkumpulan yang terkenal.
  9. Fasilitas kendaraan untuk para ketua komisi Rp 600 juta.
  10. Aku lebih condong menyetujui pen­dapat ketua Bu-tong-pai!
  11. "Aku adalah calon suami nona Liu Bi ketua Jang-kiang-pang!"
  12. Berani engkau menghina tuan rumah kami, ketua Bu-tong-pai?"
  13. Benar-benar seorang gagah perkasa ketua Thian-li­-pang ini.
  14. "Ayah, aku tidak tahu apakah paman Yo itu ketua Thian-li-pang.
  15. 10.00 – 10.30 Pembukaan acara oleh ketua Nippon Club, Sanggar
  16. Tiga orang ketua cabang juga memandang keluar sambil tersenyum.
  17. Ah, tidak. Aku mempunyai urusan pribadi dengan ketua Bu-tong-pai.
  18. Gaji ketua Rp 26,9 juta, wakil Rp 21,9 juta, anggota Rp 14,9 juta.
  19. Saya masih ingat ketua kelasnya Dadang dan wali kelasnya ibu Etty.
  20. Di PAN, Amien Rais menyatakan tak mau dipilih lagi jadi ketua umum.
  21. Mereka adalah Coa Kun ketua Hek I Kaipang dan dua orang tua renta tadi.
  22. Pertama, ia ingin diangkat menjadi ketua klub "Pemuda Pecinta Sandrina".
  23. "Berikan kepada ketua Hwa I Kaipang," bisik Shu Ta sambil memberi sedekah.
  24. Dan sekarang aku menjadi pembantu suci yang menjadi ketua Jang kiang-pang.
  25. "Saya hanya berurusan dengan kebenaran," kilah Taufik, ketua majelis hakim.
  26. Sekali ini kita berjasa besar!" kata ketua Hek I Kaipang itu dengan gembira.
  27. Dan belasan orang pengemis menyambut kedatangan ketua mereka dengan gembira.
  28. Kiranya yang menegurnya adalah ketua Yo Han yang tadi telah menasihati­nya.
  29. Sebaiknya, aku turun tangan sendiri, membunuh ketua Hek I Kaipang, pikirnya.
  30. "Kau laki-laki gila! Janji ketua Jang-kiang pang lebih kuat dari pada sumpah.
  31. Akan tetapi aku mengenal baik ketua Bu-tong-pai dan aku menjadi tamu di sana.
  32. Inilah ,pendekar sakti Yo Han yang menjadi ketua Thian-li-pang di Bukit Naga.
  33. "Perkenalkan, namaku Tang Hun dan aku adalah putera dari ketua Hek-houw-pang!"
  34. Kabarnya ketua Kwa itu lihai seklai, maka aku mengkhawatirkan keselamatan suci.
  35. Sisa anak buah ge­rombolan cepat melarikan diri melihat ketua mereka telah tewas.
  36. Buktinya, Jusuf Kalla (JK) begitu bernafsu merebut kursi ketua umum Partai Golkar.
  37. Para sute dan murid menyatakan setuju dan tidak akan melanggar perintah ketua itu.
  38. Cu Goan Ciang lalu maju menghadapi ketua atau guru dari Yang-ce Bu-koan yang marah itu.
  39. Ia menerima estafet dari ketua parlemen Vietnam, yang diduga terlibat skandal gangster.
  40. Terdengar suara protes di sana-sini, bahkan tiga orang ketua cabang itupun tidak setuju.
  41. Terpaksa Siauw Cu bangkit dan keluar, diikuti Pek Mau Lokai dan ketiga orang ketua cabang.
  42. Pada hal tadinya dia sudah mengumumkan bahwa ketua Jang-kiang-pang akan menjadi isterinya.
  43. Pada suatu hari, sebuah kereta yang mewah berhenti di depan rumah ketua Thian-li-pang ini.
  44. "Nona, kami telah dikepung oleh belasan orang yang dipimpin oleh putera ketua Hek-houw-pang.
  45. Diam-diam Keng Han meng­ambil keputusan untuk membela ketua Thian-li-pang ini sekuat tenaga.
  46. "Heiii, orang muda! Siapa yang tidak mengenalnya? Dia adalah Thian It Tosu ketua Bu-tong-pai.
  47. "Berdasar petunjuk dari Ki Panji Margabaya ketua Naditira pradesa yang berkedudukan di Canggu.
  48. Begitu mereka hendak naik ke Combi Toni, Edi si mantan ketua OSIS dulu, datang tergopoh-gopoh.
  49. Akan tetapi ia berkeras menolak karena belum pernah ia melihat putera ketua Hek-houw-pang itu.
  50. Itu yang masih kita kejar sebagai tanda tanya besar," kata ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.
  51. Apalagi se­karang yang dipinang adalah puteri pa­man Khalaban sendiri sebagai ketua suku kita.
  52. Dengan catatan, mayoritas peserta KLB memang menghendaki pemilihan ketua umum PD secara aklamasi.
  53. "Dengar baik-baik, Thian-tan Tosu dan Thian-yang-cu! Nyawa ketua kalian telah berada di tanganku.
  54. Mereka adalah suhu dan subo ketua Hek I Kaipang yang terkenal dengan julukan Huang-ho Siang Lomo."
  55. TETAPI, para tokoh tua ingin Akbar Tandjung tidak terpilih kembali sebagai ketua umum Partai Golkar.
  56. "Kelihatannya, ia memang merasa lebih pas menjadi ketua partai, bukan kepala negara," kata rekan JP.
  57. Malam ini adalah malam yang amat berbahagia karena ketua Jang-kiang-pang akhirnya menemukan jodohnya.
  58. Sepuluh orang muridnya tewas, niatnya memperisteri ketua Jang-kiang-pang gagal dan namanya pun jatuh.
  59. Lalu dia mempersilakan semua orang duduk dan dia sendiri duduk di kursi ketua yang sudah dipersiapkan.
  60. Dan sekarang, supeknya itu telah menjadi guru dari Coa Leng Si, gadis lihai puteri ketua Hek I Kaipang!
  61. "Sekarang harap pangcu suka menjelaskan mengapa aku disebut bodoh." Siauw Cu bertanya kepada ketua itu.
  62. "Siancaii Ketika itu pun sudah ternyata bahwa ketua Thian-li-pang bersekutu dan menjadi antek penjajah.
  63. Sementara itu, beberapa orang anak buahnyaa sudah mencoba membantu ketua mereka dengan menggunakan jala.
  64. Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania.
  65. Nah, sekarang kami datang untuk mencoba kepandaian ketua Thian-li-pang! kata Thian-yang-ji dengan marah.
  66. Melihat gerakan lawan, tahulah Hung Wu bahwa nama besar ketua Hek I Kaipang ini bukan nama kosong belaka.
  67. Ah, mengapa di dunia ini banyak orang yang tidak sungkan berlaku curang seperti ketua Kwi-kiam-pang tadi?
  68. Goan Ciang mengangguk, lalu bangkit berdiri dan menuju ke tengah panggung menghadapi ketua Jang-kiang-pang.
  69. Dia suka membantu karena selain dia merupakan ipar dari ketua Hek I Kaipang, juga dia guru puteri ketua itu.
  70. Akan tetapi kami akan membebaskan engkau kalau engkau suka memberi obat penawar racun dari tubuh ketua kami."
  71. Tetapi, Mas Amien membantah akan berpasangan dengan ketua PBNU Hasyim Muzadi untuk calon presiden/wapres 2005.
  72. Kini Pek Mau Lokai dan tiga orang ketua cabang sudah keluar dari gua dan duduk di atas batu, menjadi penonton.
  73. Tiga orang ketua cabang itu saling pandang, lalu mereka bertiga mengangkat kedua tangan depan dada dan berkata.
  74. Tadinya dia mengira bahwa setelah ketua Jang-kiang-pang itu menjadi isterinya, wanita itu akan tunduk kepadanya.
  75. Mereka ini yakin dan percaya kepada Keng Han bahwa yang muncul belakangan itu adalah ketua Butong-pai yang aseli.
  76. "Tetapi, ada yang bilang, tindakan mereka itu biadab, amoral, sampai-sampai ketua gengnya perlu meminta maaf...."
  77. Dia sendiri seorang duda dan ketika dia melihat ketua Jang-kiang-pang, seketika dia jatuh cinta dan tergila-gila.
  78. "Uh! Kamu jadi sok penyanyi, deh! Itu bukan karena ipar Pak SBY terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat, kan?"
  79. Kami percaya bahwa Cu-wi (Saudara sekalian) yang berwatak patriot tentu menyetujui pendapat dan usul ketua ka­mi.
  80. "Kami akan mengadu nyawa denganmu!" Thian-tan Tosu membentak marah dan dia sudah menyerang ke arah ketua palsu itu.
  81. Goan Ciang mengamuk dengan pedang yang telah membunuh kekasihnya dan membuntungi lengan ketua Jang-kiang-pang tadi.
  82. Kalau Yo-pangcu merasa penasaran, boleh datang ke tempat kami agar ketua kami dapat menyambut!" kata Thian Yang Ji.
  83. Sebagai ketua Thian-li-pang dan seorang pendekar kenamaan, tentu Yo Han mengetahui banyak tentang ke­luarga kaisar.
  84. Para murid Bu-tong-pai hanya menganggap bahwa Siok Hwa merupakan tamu dari ketua mereka dan sahabat dari Gu Lam Sang!
  85. Dia tahu bahwa Cu Goan Ciang masih selalu terkenang kepada kekasihnya yang tewas karena ulah ketua Jang-kiang-pang itu.
  86. Keng Han yang maklum akan kelihai­an ketua Bu-tong-pai, segera melakukan pukulan jarak jauh dengan tenaga sin­kangnya.
  87. Setelah menjadi ketua Hwa I Kaipang, barulah dia pantas untuk dicalonkan sebagai Beng-cu kelak dalam pemilihan besar itu.
  88. Dan pernah ketua Kwa mengancam akan menantang suci untuk mengadu ilmu karena penolakan suci dianggapnya suatu penghinaan.
  89. Kalau kalian memang ada kepandaian, kalian berdua boleh mewakili ketua kalian dan sekarang kalian berdua menghadapi aku!"
  90. Akan tetapi tempat seperti yang diramalkan Thiat It tosu, pertemuan itu gagal karena penolakan Yo Han ketua Thiar-li-pang.
  91. "Dia, sebenarnya lebih mulia tetap maju sebagai calon ketua umum, atau mundur ke sudut biru sambil menunggu lucky blow..."
  92. Juga ketua dan kedua wakilnya akan selalu mengadakan kontak dengan tiga ketua cabang agar mereka dapat saling berhubungan.
  93. Yang tadinya merasa bersekutu dengan Bu-tong-pai di bawah pimpinan ketua palsu, diminta agar juga meninggalkan tempat ini!"
  94. Pouw Sen berusia empat puluh tahun, ketua cabang di timur, bertubuh tinggi kurus dan mukanya putih tanpa kumis atau jenggot.
  95. MESKIPUN sidang paripurna MPR akhirnya berhasil memilih ketua baru, Hidayat Nur Wahid, itu melalui debat yang berlarat-larat.
  96. Yo Han sebagai seorang pendekar yang amat terkenal mendapat tempat kehormatan di antara para ketua perguruan yang ter­kenal.
  97. Dan juga mereka semua memuji pengantin pria yang gagah dan tampan, yang cocok sekali untuk menjadi suami ketua Jang-kiang-pang.
  98. Aku sudah cukup senang dengan kedudukanku sebagai ketua Jang-kiang-pang dan selama ini dikenal sebagai perkumpulan orang gagah.
  99. "Akan tetapi siapa yang akan menyingkirkan ketua Bhe Seng Kok? Aku pun mendengar bahwa murid Siauw-lim-pai itu tangguh sekali!"
  100. Kuliah umum dibuka oleh Prof. Basuki, ketua STIA dengan didampingi oleh Bapak Taufik, sebagai Pembantu Ketua I Bidang Akademik.
  101. Nah, harap nona suka menyampaikan terima kasihku kepada ketua Jang-kiang-pang atas pertolongan yang diberikan kepadaku hari ini.
  102. Dia menangkap Siu Lan dan Bu Tong dan baru mau membebaskan mereka kalau ketua Kwi-kiam-pang sendiri yang datang memintakan maaf !
  103. Padahal, di sono, kata ketua MUI, kedua potongan organ tersebut tak diperjualbelikan untuk konsumsi manusia, alias sampah belaka.
  104. "Lebih tinggi dari pada siswa dari Jerman, Amerika, Rusia dan Polandia," kata Yohanes Surya, ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia.
  105. Bagaimanapun juga, orang itu telah melangsungkan pernikahan dengan ketua Jang-kiang-pang, menjadi suami dari ketua yang disegani itu.
  106. Dengan begitu, siapa pun capres hasil konvensi, ketua umum partai mayoritas di parlemen layak dicalonkan sebagai presiden/wapres…."
  107. Padahal jika mekanisme pasar bebas yang digunakan, maka calon yang tidak sejalan dengan ketua majelis tinggi akan habis kesempatannya.
  108. "Suhu adalah ketua dari Kwi-kiam-pang berjuluk Toat-beng Kiam-sian bernama Lo Cit." jawab Gan Bu Tong dengan bangga karena nama besar.
  109. Gulam Sang mengajak Siok Hwa melarikan diri ke Bu-tong-pai di mana dia menyamar sebagai Thian It Tosu, ketua Bu-tong-pai yang tua itu.
  110. Sudah lama pinto mendengar akan kehebatan ilmu dari ketua Thian-­li-pang, kalau sekarang engkau menghina kami berarti menantang kami.
  111. Mereka – berbeda dengan ketua umumnya, Akbar Tandjung, yang cenderung mendukung pasangan Mega-Hasyim -- lebih suka pasangan SBY-Kalla.
  112. "Tiga orang datuk itu meninggalkan Bu-tong-pai setelah mereka mengetahui bahwa ketua Bu-tong-pai yang mereka bela itu adalah ketua palsu.
  113. Bukan penampilan yang dapat menarik hati wanita, maka Goan Ciang tidak heran mengapa ketua Jang-kiang-pang menolah lamaran laki-laki ini.
  114. Kita datangi mereka dan tentu mereka sudah tahu bahwa engkau adalah sumoi dari ketua Jang-kiang-pang, akan tetapi mereka belum mengenalku.
  115. Mereka adalah murid-murid Bu-tong­-pai dan mereka mengundang kami untuk menghadiri pertemuan rapat yang hendak diadakan ketua Bu-tong-pai.
  116. Lee Ti, atau Lee-pangcu, ketua cabang Hwa I Kaipang di barat, tertawa dan berseru, "Hui Yen, kami adalah paman-pamanmu, bukan orang asing!"
  117. Terutama sekali para ketua perkumpulan, harap mempersiapkan anak buahnya untuk sewaktu-waktu me­nerima panggilan dan bergabung dengan kami.
  118. Dia mengaku sebagai ketua kelas Ayu. Mereka berdua datang untuk menanyakan kesehatan Ayu seperti yang dipesankan oleh bapak wali kelas mereka.
  119. Kami akan menahan kalian dan sebelum ketua Kwi-kiam-pang sendiri yang minta maaf, kami tidak akan membebaskan kalian!" Tang Hun berkata tegas.
  120. Lee Ti atau Lee-pangcu berusia empat puluh tahun, merupakan ketua Hwa I Kaipang cabang wilayah barat, bertubuh tinggi besar dan mukanya brewok.
  121. Yang masih tetap berani hanyalah para pemimpinnya saja, terutama Pek Mau Lokai sendiri, Tang Hui Yen atau Yen Yen, dan tiga orang ketua cabang.
  122. Ketika para anggota Hwa I Kaipang menyambut wakil ketua mereka dan pembantunya, yaitu Tang Hui Yen dan Cu Goan Ciang, mereka gembira bukan main.
  123. "Dalam pemilihan bengcu sepuluh tahun yang lalu, sebagian besar orang memilih Pendekar Tangan Sakti Yo Han yang kini menjadi ketua Thian-li-pang.
  124. Adam Malik pada usia 17 tahun telah menjadi ketua Partindo di Pematang Siantar (1934- 1935) untuk ikut aktif memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.
  125. Adapun orang ke tiga adalah Kauw Bok atau Kauw Pangcu, ketua cabang selatan bertubuh pendek gendut dan mukanya yang bulat itu selalu tersenyum cerah.
  126. "Hemm, orang muda, engkau memiliki kemampuan apa sih mau menjadi pembantu kakekku, ketua Hwa I Kaipang?" kata Yen Yen dengan sikap tinggi hati sekali.
  127. Akan tetapi biarpun demikian, ayahnya itu juga ketua Thian-li-pang yang jelas merupakan perkumpulan para pejuang yang sewaktu-waktu dapat memberontak.
  128. Kami sebagai pihak yang ikut menyelenggarakan pemilihan ini, mengajukan seorang calon kami, yaitu ketua Hwa I Kaipang kami yang bernama Cu Goan Ciang!"
  129. Se­telah berkata demikian, gadis itu berdiri dan dengan lantang berkata, ditujukan kepada ketua Bu-tong-pai yang baru saja menjawab ucapan Yo Han tadi.
  130. Ibunya terkenal dengan julukan Si Bangau Merah, ayahnya lebih terkenal lagi dengan julukan Pendekar Tangan Sakti yang juga menjadi ketua Thiani-pang...."
  131. Masing-masing kelompok harus memberitahu tempat persembunyian masing-masing kepada ketua cabang yang berdekatan sehingga mudah mengadakan saling hubungan.
  132. Seorang murid Bu-tong-pai cepat maju dan berkata, "Memang ada seorang yang kemarin dulu diterima oleh ketua palsu sebagai tamu dan dia disebut Ji-wangwe."
  133. Aku bernama Cu Goan Ciang dan sahabat dari nona Kim Lee Siang. Engkau menawan ketua Jang-kiang-pang dengan menggunakan kecurangan, melakukan pengeroyokan.
  134. Tadinya semua orang memilih dan menunjuk Pendekar Sakti Yo Han untuk menjadi ketua baru, akan tetapi Yo Han yang sudah menjadi ketua Thian-li-pang menolak.
  135. Karena kemampuan diplomasinya, Adam Malik kemudian menjadi ketua Delegasi RI dalam perundingan Indonesia-Belanda, untuk penyerahan Irian Barat di tahun 1962.
  136. Lee Ti, Pouw Sen, dan Kauw Bok, tiga orang ketua cabang itu, lalu memberi penjelasan kepada Siauw Cu yang didengarkan oleh pemuda itu dengan penuh perhatian.
  137. Goan Ciang tidak dapat mengelak atau menolak lagi ketika dia diangkat menjadi ketua Hwa I Kaipang! Yen Yen menjadi wakilnya, dan kakek itu menjadi penasihat.
  138. Hwesio itu bukan lain adalah Lauw In Hwesio, ketua kuil Siauw-lim-si di Lembah Sungai Huai, atau gurunya yang pernah mendidiknya di kuil selama delapan tahun.
  139. Tiga orang ketua cabang ini memiliki ilmu kepandaian silat yang setingkat dengan Yen Yen dan mereka juga tahu betapa hebatnya ilmu yang juga mereka kuasai itu.
  140. Biarpun ketua Hek I Kaipang lihai, kalau dia, maju bersama Siauw Yen, tentu akan mampu mengalahkannya! Bahkan dia sendiripun agaknya tidak takut menghadapinya.
  141. Dahulu, Hek I Kaipang merupakan rekan seperjuangan dari Hwa I Kaipang. Apalagi karena ketua Hek I Kaipang masih terhitung murid keponakan Pek Mau Lokai sendiri.
  142. "Aku tahu bahwa engkau adalah Twa-sin-to Coa Kun, ketua Hek I Kaipang yang telah membawa perkumpulan itu menjadi pengkhianat bangsa, penjilat orang-orang Mongol.
  143. Melihat betapa ketua mereka dalam keadaan selamat, juga di situ terdapat pula Lee Siang, para anggota Jang-kiang-pang mundur dan berteriak-teriak dengan gembira.
  144. Pertama adalah suami dari adik misan ketua Hek I Kaipang. Tokoh ini bekas hwesio yang bernama Bouw In, ilmu silatnya tinggi dan diapun bukan dari golongan sesat.
  145. Kalau atasanmu mendengar bahwa engkau mencurigai kami, tentu dia akan merasa tidak senang, dan ketua kami akan marah dan penasaran, lalu melapor kepada atasanmu."
  146. Majulah, Totiang. Senjataku hanyalah kaki tanganku yang diberikan Tuhan kepadaku! jawab Yo Han dan memang ketua Thian-li-pang ini tidak pernah menggunakan senjata.
  147. Para anak buah Thian-li-pang hanya saling pandang dan saling berbisik saja, melihat ketua me­reka menyambut tamu keluarga bangsa­wan dari istana demikian akrabnya.
  148. Kalian berdua juga berada di tanganku, akan tetapi aku akan membebaskan kalian dan memberi obat penawar kepada ketua kalian kalau kalian berjanji akan taat kepadaku.
  149. Tokoh masyarakat dan pengurus lembaga kemasyarakatan, misalnya tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, ketua RW/RT, pengurus PKK, Lembaga Pemberdayaan masyarakat (LPM).
  150. Anak kami telah diselamatkan ketua Thian-li-pang dan anak ketua Thian-li-pang kami undang makan menjadi tamu terhormat kami!" kata Pangeran Tao Kuang sambil tersenyum.
  151. Dengan pengeroyokan para muridnya yang jumlahnya jauh lebih banyak, dia berhasil merobohkan lima orang anak buah gadis ketua itu dan menawannya, lalu membawanya pulang.
  152. Teringat dia akan peristiwa di sarang Jang-kiang-pang itu, ketika dia menghadiri pesta pernikahan ketua Jang-kiang-pang dengan seorang pemuda yang namanya dia lupa lagi.
  153. Thian-yang-cu dari Bu-tong-pai yang merupakan murid utama dari Thian It Tosu, dan juga Thian Tan Tosu, dipercaya untuk membantu ketua Bu-tong-pai itu menyambut para tamu.
  154. Dia mak­lum akan kelihaian ketua Bu-tong-pai itu, akan tetapi pemuda itu mampu membuat ketua itu terdorong ke belakang walau­pun dia sendiri pun terdorong ke bela­kang.
  155. "Akan tetapi, bagaimana kita dapat saling mengenal tanpa pakaian seperti itu?" bantah pula Kauw Bo ketua cabang selatan dan kembali semua anggota mendukung pertanyaan ini.
  156. Laki-laki tadi adalah ketua Hek I Kaipang, Coa Kun. Kebetulan sekali dia hendak keluar kota dan yang menemaninya hanya seorang kakek dan seorang nenek yang sudah sangata tua.
  157. Terlalu memandang rendah kepada lawan sehingga bukan dia berhasil membunuh ketua Hek I Kaipang, bahkan dia yang tertawan, dan dia pula yang menyebabkan Yen Yen ikut tertawan.
  158. Ia adalah seorang gadis yang cantik jelita, lincah jenakan, bahkan ia adalah wakil ketua umum dari Hwa I Kaipang yang terkenal! Adapun Cu Goan Ciang diangkat menjadi pembantunya.
  159. Ketika masih muda, ia pernah men­jadi puteri angkat ketua Lembah Ban­kwi-kok, yaitu ketua Pouw-beng-pai, juga sebuah perkumpulan sesat yang berkedok perjuangan melawan penjajah.
  160. Tiga orang ketua cabang masih tetap menjadi ketua cabang masing-masing. Bukit penuh gua itu akan segera ditinggalkan malam itu juga dan akan tetap menjadi tempat pertemuan berkala.
  161. Mula-mula, dia mengajukan pinangan secara resmi terhadap ketua Jang-kiang-pang yang membuatnya tergila-gila itu, akan tetapi utusannya yang melakukan lamaran itu ditolak bahkan dihina.
  162. Biarpun ketua Thian-li-pang itu hanya bertangan kosong saja dan Thian-­yang-ji bersenjata pedang, namun jelas nampak betapa dalam belasan jurus saja Thian-yang-ji mulai terdesak hebat.
  163. Dialah yang menguasai Hek I Kaipang dan sejak itu dia menjadi ketua dua tahun yang lalu, perkumpulan itu merajalela karena tidak dimusuhi pemerintah, bahkan menjadi sekutu atau anteknya.
  164. Tiga orang ketua cabang tidak menentang keputusan itu karena merasa tua sudah melihat kelihaian Siauw Cu. Hanya diam-diam mereka meragukan kepemimpinan pemuda yang kurang pengalaman itu.
  165. Orang she Coa ini adalah ketua Hek I Kaipang, bukan saja kepandaiannya tinggi, akan tetapi dia juga telah bersekutu dengan pasukan pemerintah, tentu saja dia menyadari akan kekuasaannya.
  166. Setahun lebih yang lalu, ketua Hek-houw-pang pernah berkunjung ke rumah ayahnya dan dari ibunya ia mendengar bahwa ia dipinang oleh ketua Hek-houw-pang untuk dijodohkan dengan puteranya.
  167. "Jahanam keparat! Sudah gilakah engkau? Siapakah engkau berani menghadang keretaku? Apa matamu sudah buta, tidak melihat bahwa aku, ketua Hek I Kaipang yang menjadi penumpang kereta ini?"
  168. Tiba-tiba Thian Yang Ji, tokoh Pek-lian-pai, juga meloncat dan berdiri di samping Koai Tosu. "Siancai tantangan Yo-pangcu tidak dapat kami sambut karena ketua kami juga tidak berada di sini.
  169. Pouw Sen, ketua tinggi kurus muka putih yang memimpin cabang di timur berkata dengan nada memrotes, "Akan tetapi, kalau kita menghentikan serbuan-serbuan kita, berarti perjuangan kita mundur.
  170. Di sisi lain, hal itu merupakan kepiawaian seorang Aburizal Bakrie sebagai bos kelompok usaha Bakrie sekaligus ketua umum Partai Golkar dan ketua Sekber Koalisi Partai pendukung SBY-Boediono.
  171. Han Li tadi terkejut bukan main mendengar gurunya memperkenalkan ayahnya sebagai ketua Thian-li-pang, akan tetapi ia merasa heran dan juga lega mendengar bahwa Kwi Hong pernah ditolong ayahnya.
  172. TETAPI, di Solo, selagi muktamar NU masih sibuk dukung-jegal Hasyim Muzadi untuk posisi ketua umum PBNU, pesawat Lion Air berpenumpang 141 orang, tersuruk ke kuburan, menewaskan 30 orang lebih.
  173. Selama belasan hari tinggal di situ dia hanya akrab dengan Lee Siang. Biarpun ketua inipun bersikap ramah kepadanya, namun tak pernah dia melihat tanda-tanda behwa wanita ini tertarik kepadanya.
  174. "Lebih parah dari itu!" kata MH. "Soalnya, ketua sebuah lembaga yang merepresentasi vox populi, yang suaranya diagungkan sebagai vox Dei, kini jadi anak buah seorang penguasa-pengusaha-politisi!"
  175. Pada tahun 1388 H, Departemen Pendidikan meminta kepada Syeikh al-Albani untuk menjadi ketua jurusan Dirasah Islamiyah pada Fakultas Pasca Sarjana di sebuah Perguruan Tinggi di kerajaan Yordania.
  176. Akan tetapi, ketika dia mengeroyok ketua itu dengan para murid andalannya, dia tahu bahwa Jang-kiang Sianli Liu Bi amat lihai dan kalau dia seorang diri menandinginya, belum tentu dia akan menang.
  177. Apa lagi setelah ketua Hek I Kaipang yang baru adalah murid keponakan kakek sendiri, hubungan di antara kedua perkumpulan amat baik, bahkan bekerja sama dalam menentang pemerintah penjajah Mongol.
  178. "Kwi Hong, apakah engkau mengenal ketua Thian-li-pang?" tanya Pangeran Mahkota Tao Kuang, sedangkan isterinya siap untuk melindungi suaminya kalau-kalau puteri pemberontak itu mempunyai niat jahat.
  179. Segera mereka melapor kepada ketua mereka dan mendengar ada kereta bangsawan datang Yo Han bersama isteri­nya segera keluar menyambut karena mereka sudah dapat menduga siapa yang datang berkunjung.
  180. Di belakang kursi ke tiga orang wakil Hwa I Kaipang ini duduk pula tiga orang ketua cabang Hwa I Kaipang, yaitu Lee Ti dari cabang barat, Pouw Sen dari cabang timur, dan Kauw Bok dari cabang selatan.
  181. Yo Han maklum benar betapa bahayanya kalau Thian It Tosu sudah mencabut pedang, karena selain pedang itu merupa­kan pusaka yang ampuh, juga ketua itu memang memiliki keahlian dalam per­mainan pedang.
  182. Biarpun gentar menghadapi ketua palsu yang amat lihai itu, namun karena sekarang Thian It Tosu berada dengan mereka, kedua orang itu menjadi berani dan cepat mereka menyerang Thian It Tosu yang pertama.
  183. "Biar aku yang menguji kepandaian ketua Jang-kiang-pang!" Nenek itu berdiri di depan suaminya, keduanya bertemu pada tongkat mereka, nampaknya suami isteri yang usianya sudah delapan puluh tahun ini lemah.
  184. Siapa yang tidak akan takut kalau sudah dicengkeram racun seperti yang dialami Lee Siang dan tahu bahwa kalau dia menolak menikah dengan ketua Jang-kiang-pang, dalam waktu tiga hari nyawanya akan melayang?
  185. Semua bangunan tempat tinggal para anggotanya dirias, terutama sekali bangunan besar megah yang menjadi tempat tinggal ketua mereka. Sang ketua yang cantik itu merayakan pernikahannya dengan Cu Goan Ciang!
  186. Kini ketua Jang-kiang-pang baru tahu akan kecerdikan pemuda yang mengaku kakak misannya itu yang ternyata mempergunakan siasat yang nampaknya mengalah dan lunak, hanya untuk menanti datangnya bala bantuan.
  187. Juga ketua Hek I Kaipang menyuruh puterinya untuk ikut membujuk agar Bouw In Hwesio suka datang ke Nan-king karena bantuannya amat dibutuhkan untuk menghadapi para pemberontak yang dipimpin orang-orang pandai.
  188. Karena itu, ketika penghuni dusun melihat munculnya Kim Lee Siang yang mereka kenal sebagai sumoi dari ketua Jang-kiang-pang, suasana menjadi gempar dan muncullah belasan orang jagoan perguruan itu, menghadang.
  189. Mereka adalah Lo Siu Lan dan Gan Bu Tong. Kita masih ingat bahwa Lu Siu Lan adalah puteri dari ketua Kwi-kiam-pang (Perkumpulan Pedang Setan) Lo Cit yang berjuluk Toat-beng Kiam-sian (Dewa Pedang Pencabut Nyawa).
  190. "Kamu bicara tentang para politisi yang ngotot ingin menjadi ketua partai? Tentang para pimpinan partai, yang ingin menempatkan lebih banyak orang-orangnya di kursi eksekutif di daerah dan dalam kabinet?" tanya MH
  191. "Hi-hi-hik," ketua itu tertawa dan kini tawanya terdengar aneh dan mengerikan bagi Lee Siang. "Aku selalu sayang padamu, sumoi, akan tetapi kalau engkau hendak merebut pria pilihanku, terpaksa engkau kusingkirkan!"
  192. Bahkan banyak orang ini biar menjadi saksi akan ke­jahatan Bu-tong-pai yang memusuhi guru­ku yang tidak berdosa.Jangan, Han-ko. Biarlah aku mem­bubarkan dulu mereka ini, baru engkau bicara dengan ketua Bu-tong-pai.
  193. Akan tetapi dua tahun yang lalu, ketua Hek I Kaipang itu gugur ketika bertempur melawan pasukan pemerintah dan semenjak itu, ketuanya yang baru membawa Hek I Kaipang menyeleweng dan menjadi antek pemerinta penjajah Mongol.
  194. Pada saat itu Keng Han juga berada di antara para tamu golongan muda. Dia datang ke Bu-tong-san untuk menuntut ketua Bu-tong-pao tentang permusuhannya dengan mendiang gurunya, Gosang Lama seperti yang dipesan oleh gurunya itu.
  195. Para anggota Hwa I Kaipang yang dipimpin tiga orang ketua daerah, yaitu Lee Ti ketua daerah barat, Pouw Sen ketua daerah timur, dan Kauw Bok ketua daerah selatan, dengan anak buah sebanyak kurang lebih seratus orang, mengamuk.
  196. Sebelum Jang-kiang Sianli Liu Bi menjawab, Cu Goan Ciang mendahului dia dan dia berkata, "Kwa-kauwsu, biarkan kami mencegah mereka. Ini tentu kesalahpahaman dari mereka yang mengira bahwaketua mereka diperlakukan tidak baik!"
  197. Dalam pesta pernikahan ketua yang pernah menjadi kekasihnya, yaitu sumoi dari kekasihnya yang bernama Kim Lee Siang, seorang gadis yang cantik dan yang dalam keadaan terbius sehingga dengan mudah dia mampu menggaulinya dengan paksa.
  198. "Lalu apa artinya nama perkumpulan kita Hwa I Kaipang (Perkumpulan Pengemis Baju Kembang) kalau kita tidak boleh mengenakan pakaian berkembang?" terdengar Pouw Sen, ketua cabang dari timur dan semua anggota mendukung pertanyaan ini.
  199. Tetapi, karena terpidana menyatakan banding, vonis itu dianggap belum memiliki kekuatan hukum tetap, dan ia akan tetap melaksanakan tugas sebagai ketua ini dan itu -sampai "ada alasan kuat" untuk menggusurnya dari posisi ini dan itu.
  200. Setelah semua orang berkumpul tidak ada lagi tamu yang datang, Coa Kun sebagai ketua Hek I Kaipang dan penyelenggara pertemuan itu bersama Hwa I Kaipang, berdiri di atas panggung dan memberi isarat dengan tangan agar semua orang tenang.
  201. Sedangkan Siauw Yen sendiri, melawan Leng Si seorang saja sudah kalah, apa lagi dikeroyok dua oleh gadis lihai itu dan ayahnya, ketua Hek I Kaipang. Gadis yang menyamar itu hanya mampu menggerakkan tongkat untuk melindungi dirinya saja.
  202. Setahun yang lalu, ketua Hek-houw-pang pernah datang bertamu ke Kwi-kiam-pang dan ketua ini mengajukan usul untuk menjodohkan puteranya dengan Siu Lan. Akan tetapi, karena gadis itu tidak mau, Toat-beng Kiam-sian Lo Cit menolak dengan halus.
  203. "Thian It Totiang, di antara kita telah terjalin persahabatan yang erat dan aku Yo Han mengakui bahwa Totiang adalah seorang ketua yang bijaksana dan para murid Bu-tong-pai adalah pendekar-pendekar yang menjadi pembela kebenaran dan keadilan.
  204. Demikianlah, Siauw Cu menerima penjelasan dari tiga orang ketua cabang sehingga dia tahu benar keadaan Hwa I Kaipang dan keadaan perjuangannya, juga keadaan kota Nan-king dan siapa-siapa yang dapat dianggap kawan seperjuangan, dan siapa lawan.
  205. Akan tetapi agaknya tidak ada yang mengenal pengantin pria, dan sama sekali tidak pernah dapat menduga bahwa pelarian itulah yang kini menjadi orang paling beruntung dapat mempersunting ketuayang cantik jelita, gagah perkasa dan kaya raya itu.
  206. Mengapa ketua mereka yang biasanya ramah dan halus lembut tutur sapanya itu mendadak menjadi begitu galak? Akan tetapi larangan tadi amat berkesan di dalam hati mereka dan suara ketua itu seolah masih berdengung berulang-ulang di telinga mereka.
  207. Para tamu dipersilakan duduk di sebuah ruangan yang luas sekali dan mereka mendapatkan tempat duduk yang diatur menurut kedudukan masing-masing. Ada tempat bagi para ketua perguruan dan para tokoh tingkatan tua, dan ada tempat bagi yang muda-muda.
  208. Yang seorang sudah terkenal sebagai pemberontak berbahaya, yaitu Cu Goan Ciang yang telah membunuhi banyak orang, dan yang ke dua adalah cucu Pek Mau Lokai ketua Hwa I Kaipang. Nah, sudah jelas bahwa Hwa I Kaipang adalah perkumpulan yang memberontak.
  209. Akan tetapi sebaliknya, ketua Jang-kiang-pang, yaitu Jang-kiang Sian-li Liu Bi, adalah seorang wanita yang haus akan kekuasaan dan kemewahan sehingga dia tidak segan-segan untuk membantu pemerintah Mongol dan bersahabat baik dengan para pejabat tinggi.
  210. "Ha-ha-ha, ketua Jang-kiang-pang muncul ke sini bukan untuk ikut pemilihan Beng-cu, melainkan untuk urusan dendam pribadi! Kita semua adalah orang-orang dunia persilatan yang menghargai kegagahan dan juga yang berani bertanggung jawab atas perbuatan kita.
  211. Dengan demikian hampir dapat dipastikan bahwa ketua Hek I Kaipang tentu akan dapat ditewaskan! Apa lagi ketika dia sempat melirik ke arah suara derap kaki kuda dia melihat bahwa penunggang kuda terdepan adalah seorang gadis! Siapa lagi kalau bukan Yen Yen!
  212. "Kami memang belum pernah menangani kejadian antar kecamatan, tapi kami berpengalaman menangani kebakaran hutan, walau itu belum maksimal karena waktu itu lokasi yang harus ditempuh sangat jauh," ujar pria yang dua tahun menjabat sebagai ketua regu tersebut.
  213. Thian It Tosu seringkali menerima kunjungan tokoh-tokoh Pek-lian-pai, Pat-kwa-pai dan bahkan tokoh-tokoh dari dunia sesat! Mereka tidak diijinkan hadir dalam pertemuan itu sehingga tidak tahu apa yang dibicarakan oleh ketua mereka dengan tokoh-tokoh sesat itu.
  214. Terjadi perkelahian yang seru, akan tetapi setelah lewat dua puluh jurus, perlahan-lahan ketua Hek I Kaipang mulai terdesak oleh gulungan sinar pedang di tangan Hung Wu. Ilmu silat Rajawali Sakti memang hebat, dan Coa Kun beberapa kali mengeluarkan seruan kaget.
  215. "Ketiga paman, pangcu dari timur, barat, dan selatan, juga semua saudara yang mewakili kelompok masing-masing! Sebagai pimpinan yang ditunjuk dan mewakili ketua umum, kami membuat pengumuman dan peraturan pertama yang harus dilaksanakan oleh setiap orang anggota.
  216. Pada suatu sore, setelah menyelesaikan tugas pekerjaannya yang paling berat di antara para rekannya, Siauw Cu memberanikan diri menghadap ketua kuil, yaitu Lauw In Hwesio. Dia menjatuhkan diri berlutut di depan hwesio yang sedang duduk bersila dan membaca kitab itu.
  217. Untung bahwa selama menjadi murid Lauw In Hwesio ketua kuil Siauw-lim-si di lembah Huai, dia belum pernah bertemu dengan supeknya yang bernama Bouw In Hwesio itu, hanya mendengar namanya saja dan keterangan dari suhunya, bahwa supeknya itu lebih lihai dari pada suhunya.
  218. Namun, Hung Wu juga sudah menggerakkan pedangnya dan karena dia maklum betapa lihainya lawan, dan dia sudah mengambil keputusan untuk membunuh ketua Hek I Kaipang ini, diapun segera menggerakkan pedangnya, menangkis dan balas menyerang dengan dasar ilmu silat Rajawali Sakti.
  219. Gubernurnya yang kini ditahan polisi? Surat kawat Mendagri yang tak dibacakan ketua DPRD menjelang pemilihan? Presiden Megawati yang lima kali diminta oleh rombongan DPRD Lampung tapi tak mau bertemu? Para pimpinan DPRD yang kini dimosi-tidak-percaya? Moral? Hukum? Pemerintah?
  220. Dia tidak seharusnya hanya mencurahkan perhatiannya untuk membalas kepada orang-orang seperti ketua Jang-kiang-pang dan perwira Khabuli saja, melainkan kepada pusatnya, yaitu kepada pemerintah Mongol, sang penjajah yang menjadi biang keladi kesengsaraan rakyat, kesengsaraannya.
  221. Aku mengenalmu dan tahu bahwa engkau mengagumi dan mencinta Goan Ciang. Engkau tentu setuju kalau menjadi calon isterinya, bukan? Katakanlah. Kalau engkau menjadi suami isteri, tentu saja Goan Ciang akan kuresmikan menjadi ketua Hwa I Kaipang dulu dan engkau yang menjadi pembantunya.
  222. Mengapa seorang pejuang seperti engkau, yang menurut hasil penyelidikan mencinta nona Kim Lee Siang yang anti penjajah Mongol, dapat menjadi calon suami ketua Jang-kiang-pang? Dan kemudian bahkan engkau menyerangnya dan membuntungi lengannya setelah nona Kim Lee Siang membunuh diri?"
  223. Dia melakukan penyelidikan terhadap perkumpulan-peckumpulan silat besar itu dan mencari kelemahankelemahan mereka. Akan tetapi sukar sekali menemukan kelemahan mereka, sampai akhirnya dia mendengar betapa ketua Bu-tong-pai yang bernama Thian It Tosu berada dalam keadaan yang tidak sehat.
  224. "Hemmm, kalau puteramu itu bertanding satu lawan satu dengan puteri ketua Kwi-kiam-pang, tentu aku tidak akan mencampurinya, akan tetapi melihat belasan orang anak buahmu menggunakan kekuatan banyak orang untuk menawannya, hal ini kuanggap tidak adil dan merupakan tindakan seorang pengecut.
  225. Tidak ada yang menyatakan keberatan lagi setelah mereka mengerti apa yang dimaksudkan Yen Yen. Mereka semua tidak merasa asing kalau kini Yen Yen mewakili kakeknya, karena biasanya ia memang seringkali mewakili kakeknya dalam banyak hal, hanya biasanya belum diresmikan oleh ketua Hwa I Kaipang.
  226. Sekarang tinggal engkau pilih, hendak mengadakan pertempuran mati-matian dan aku akan mengerahkan seluruh orangku untuk membakar dan membasmi perkampunganmu, atau kita mengadu kepandaian secara orang gagah tanpa ada pengeroyokan dan kecurangan lain!" Sikap ketua Jang-kiang-pang itu gagah sekali.
  227. Kini, setelah menancapkan lagi tusuk sanggulnya dan peristiwa itu tidak dilihat para anggota Hwa I Kaipang, kecuali kakeknya dan tiga orang ketua cabang, ia lalu menggerakkan tangannya dan di lain saat ia telah mancabut sebatang tongkat sebesar ibu jari kakinya yang tadi ia selipkan di punggung.
  228. Akan tetapi, Liu Bi menuntut yang lebih keras lagi, menunjukkan bahwa watak ketua Jang-kiang-pang ini berwatak keras, tidak selembut watak Kim Lee Siang. Akan tetapi, dia hanya orang luar dan urusan itu adalah urusan pribadi antara Liu Bi dan Kwa-kauwsu, maka diapun tidak dapat mengambil keputusan.
  229. Bukankah Siauw Yen pernah menyatakan bahwa gadis itu tidak gentar menghadapi ketua Hek I Kaipang, akan tetapi yang amat lihai adalah puteri ketua itu? Dan sekarang yang berada di dalam kereta hanyalah Coa Kun, sang ketua, bersama seorang kakek dan seorang nenek yang sudah tua renta dan nampak loyo.
  230. Sementara itu, Kwa-kauwsu yang sudah mengenal Lee Siang mengetahui bahwa gadis itu adalah sumoi dari ketua Jang-kiang-pang yang membuatnya tergila-gila, akan tetapi dia tidak mengenal Cu Goan Ciang walaupun tadi dia sudah mendengar laporan bahwa Cu Goan Ciang adalah kakak misan dari calon isterinya!
  231. Cu Goan Ciang tersenyum dan dia menoleh ke arah Pek Mau Lokai. Biarpun kakek itu tadi sudah menganjurkan agar dia menyambut tantangan gadis itu, tetap saja dia merasa sungkan dan tidak enak hati terhadap ketua Hwa I Kaipang. Melihat pemuda itu menoleh kepadanya, Pek Mau Lokai sambil tertawa mengangguk.
  232. Gan Bu Tong cepat mengangkat tangan ke depan dada dan untuk memberi hormat kepada pemuda itu dan berkata, "Kami adalah dua orang murid dari Kwi-kiam-pang. Aku bernama Gan Bu Tong dan sumoiku ini adalah puteri ketua kami bernama Lu Siu Lan. Kami melihat buruan kami di tepi sungai kecil ini dan memanahnya.
  233. Beng An Tosu merupakan seorang tosu yang jujur dan setia, bahkan biasanya amat dipercaya oleh Thian It Tosu. Dan sekarang Beng An Tosu tewas di tangan ketua mereka sendiri! Mulailah para tosu Bu-tong-pai merasa tidak puas dan menduga bahwa ketua mereka agaknya sudah dipengaruhi oleh para tokoh sesat itu.
  234. Keng Han lalu menceritakan dengan singkat tentang tiga orang pendeta Lama Jubah Merah yang telah membunuh Go­sang Lama, Oh tentang pesan terakhir Gosang Lama agar dia membunuh Dalai Lama yang mengutus tiga grang Lama Jubah Merah itu, dan juga membunuh ketua Bu-tong-pai yang menjadi musuh besar gurunya itu.
  235. Mereka ini dapat menduga bahwa yang diundang oleh Bu-tong-pai tentulah jagoan-jagoan yang berilmu tinggi dan yang hanya mereka dengar namanya saja.Pada waktu itu, yang menjadi ketua Bu-tong-pai adalah Thian It Tosu, se­orang tosu berusia enam puluh tahun yang bertubuh sedang, berjenggot dan berkumis panjang.
  236. Dan kini cucuku yang selama ini menolak semua lamaran orang, menganggap tidak ada pria yang patut menjadi jodohnya, hari ini ia menyerahkan tongkatnya kepadamu! Ha-ha-ha, hal itu hanya mempunya satu arti, bahwa ia taluk kepadamu, dan ia menyerahkan hatinya kepadamu." Dia tertawa, diikuti empat orang ketua cabang.
  237. "Hemm, beginikah caranya orang-orang Yang-ce Bu-koan menyambut calon keluarganya? Aku, Cu Goan Ciang, adalah kakak misan dari ketua Jang-kiang-pang Liu Bi yang sudah yatim piatu, aku adalah walinya dan aku ingin bicara dengan Kwa-kauwsu tentang perjodohan itu! Apakah pantas kalau aku disambut seperti seorang musuh?"
  238. Akan tetapi pada saat itu, Keng Han sudah melangkah maju menghadapi ketua Bu-tong-pai itu dan berkata dengan suara nyaring, Bu­tong Pangcu, saya bernama Si Keng Han dan saya datang bukan untuk urusan pemberontakan, melainkan untuk bertanya kepada Bu-tong-pai mengapa Bu-tong­-pai memusuhi guruku yang tidak ber­salah.
  239. Kemudian dia mendengar bahwa gadis yang telah diperkosanya itu membunuh diri, dan mendengar pula bahwa ketua Jang-kiang-pang dibuntungi oleh suaminya sendiri yang kemudian dia dengar adalah seorang pemberontak yang menjadi buronan pemerintah! Dan kini, si kedok hitam ini mengaku disuruh arwah Kim Lee Siang untuk membunuhnya.
  240. Dia me­notok kedua lutut Harimau Hitam itu dan kepala perampok itu jatuh berlutut! Empat orang anak buahnya yang tidak berani mencampuri karena di situ selain terdapat Juragan Lui, juga terdapat ba­nyak sekali nelayan, segera membantu ketua mereka, mengangkatnya bangun dan memapahnya pergi dari situ tanpa banyak cakap lagi.
  241. Biarpun ia melihat bahwa selain kakek botak yang lihai, di situ terdapat pula belasan orang prajurit, bahkan ia mengenal pula kehadiran ketua Hek I Kaipang, yaitu Coa Kun, dan puterinya yang lihai di samping seorang kakek dan seorang nenek tua renta yang tadi berkereta bersama ketua Hek I Kaipang, Yen Yen tidak merasa gentar.
  242. Ia sendiri adalah puteri ketua Thian-li-pang yang bercita-cita memerdekakan bangsa dan sekarang ia diundang makan bersama oleh keluarga Pangeran Mahkota bangsa Mancu! Akan tetapi, menolak pun tidak mungkin karena gurunya sudah menerima, maka ia pun mengikuti saja ketika mereka dipersilakan masuk ke dalam ruangan makan yang luas.
  243. Lima puluh jurus lewat dengan ramainya dan biarpun para anggota Hwa I Kaipang semua menganggap bahwa kedua orang itu memiliki kepandaian seimbang dan pertandingan itu seru dan saling serang, namun Yen Yen sendiri, juga tiga orang ketua cabang dan tentu saja Pek Mau Lokai maklum bahwa Siauw Cu telah banyak mengalah dalam pertandingan itu.
  244. Liu Bi memang bersalah dan sudah menerima hukumannya! Pada saat itu, berdatanganlah para anggota Jang-kiang-pang dan melihat betapa ketua mereka merintih-rintih dengan lengan kiri buntung dan Goan Ciang berdiri di situ dengan pedang di tangan, juga melihat Lee Siang rebah tewas di pembaringan, mereka segera mengepung dan mengeroyok Goan Ciang!
  245. "Tidak ada waktu untuk bicara panjang lebar, Cu-enghiong. Di Bukit Kijang, tak jauh dari sini, tinggal seorang tokoh kang-ouw she Kwa yang mengetuai perguruan silat Yang-ce Bu-koan. Beberapa bulan yang lalu, ketua Kwa meminang suci, akan tetapi ditolak keras oleh suci sehingga mereka tersinggung dan selalu mengambil sikap bermusuhan dengan kami.
  246. Agaknya itulah yang membuat pemuda itu hendak membalas dendam dengan menawannya agar ayahnya datang minta maaf kepada ketua Hek-houw-pang! Kini setelah melihat orangnya, ia harus mengakui bahwa pemuda itu cukup tampan dan gagah, akan tetapi matanya yang terlalu lebar itu tidak sedap dipandang, di samping ia belum mengetahui bagaimana watak pemuda itu.
  247. Ketika mereka tiba di Bu-tong-pai, Gu Lam Sang disambut para murid dengan sikap hormat karena orang ini merupakan tamu kehormatan ketua mereka. Pernah Thian It Tosu, tentu saja sebagai penyamaran Gu Lam Sang memesan kepada para muridnya agar memperlakukan Gu Lam Sang sebagai tamu terhormat karena Gu Lam Sang merupakan kenalan dekat dengan Thian It Tosu!
  248. Mendengar tantangan itu, diapun berkata kepada Pek Mau Lokai, "Lo-cian-pwe, perkenankan saya melayani perempuan jahat itu." Kini, setelah dia diangkat menjadi ketua Hwa I Kaipang, Cu Goan Ciang tidak lagi menyebut pangcu (ketua) kepada Pek Mau Lokai, melainkan menyebutnya lo-cian-pwe. Mendengar ucapan itu, Pek Mau Lokai mengelus jenggotnya dan mengangguk.
  249. "Aihhh....!!" Tiga orang ketua cabang melompat berdiri saking kaget dan khawatirnya, hanya Pek Mau Lokai yang tetap duduk tenang walaupun mukanya berubah kaget karena kalau tadi dia dapat mengenal ilmu silat Siauw Cu dengan jurus-jurus yang ampuh dari Siauw-lim-oai, kini dia tidak mengenal ilmu yang dipergunakan Siauw Cu ketika tubuhnya mencelat ke atas seperti burung itu.
  250. Demikianlah, diapun ikut pulang bersama Liu Bi dan Lee Siang dan diperlakukan dengan sikap hormat oleh para anggota Jang-kiang-pang yang menganggapnya sebagai seorang yang telah menyelamatkanketua mereka. Karena dia sendiri masih menjadi buronan pemerintah, maka Goan Ciang juga tidak menolak ketika Lee Siang menyarankan agar untuk semetara dia bersembunyi di perkumpulan itu.
  251. Aku mem­bunuhi orang jahat kaukatakan kejam, akan tetapi gurumu itu seperti hendak membunuh engkau sendiri! Engkau mimpi untuk dapat membunuh Dalai Lama dan ketua Bu-tong-pai, sukarnya seperti naik ke langit! Aku sendiri, terus terang saja, tidak berani mencoba untuk melakukan dua hal itu, akan tetapi aku dapat mem­bantumu bertemu dengan Dalai Lama dan juga dengan ketua Bu-tong-pai.
  252. Semua anggota yang berkumpul di tempat itu, yaitu mereka yang oleh kelompok kecil masing-masing diangkat sebagai wakil dan jumlahnya di tempat itu tidak kurang dari seratus orang, dikumpulkan dan malam itu juga, Pek Mau Lokai mengumumkan keputusannya, yaitu bahwa mulai malam itu, dia menunjuk cucunya, Tang Hui Yen mewakili dia sebagai ketua umum, sedangkan Cu Goan Ciang diangkat menjadi pembantu utama.
  253. Akan tetapi, Bouw In Hwesio atau sebaiknya kalau kita sebut nama barunya, Bouw In tanpa embel-embel hwesio, tidak mau tinggal menumpang di rumah besar ketua Hek I Kaipang. Atas bantuan Coa Kun, dia memilih tinggal di sebuah dusun di luar kota Nan-king, dibelikan sebuah rumah oleh Coa Kun. Untuk membalas budi Coa Kun, Bouw In tidak menolak ketika puteri Coa Kun, yaitu Coa Leng Si, mengangkatnya sebagai guru.
  254. Huang-ho Siang Lomo tentu saja siap untuk membantu murid mereka menghadapi Hwa I Kaipang. Bouw In tadinya merasa enggan untuk mencampuri, akan tetapi mengingat bahwa isterinya masih adik misan Coa Kun, dan ketua Hek I Kaipang ini sudah banyak membantu dia dan isterinya, menerimanya dengan ramah dan baik, lebih-lebih kini puteri ketua itu, Coa Leng Si, telah menjadi muridnya yang dia sayang, maka diapun tidak dapat menolak lagi.
  255. Bagaimana kalau Siauw Yen tidak berhasil mendapatkan bantuan? Dan bagaimana pula kalau Siauw Yen tidak dapat menyusulnya, tidak tahu bahwa kereta menuju ke utara? Apakah dia harus mengikuti terus sampai kelelahan? Atau harus membiarkan saja ketua Hek I Kaipang itu pergi tanpa mengganggunya? Akan tetapi, kalau dia turun tangan sendiri kemudian gagal, bukankah hal itu akan membuat Siauw Yen menjadi amat kecewa dan marah? Sungguh serba salah, pikirnya.
  256. Setelah para pimpinan Hwa I Kaipang berkumpul makan malam dalam gua besar itu, mengelilingi meja rendah dan duduk di lantai, barulah Siauw Cu bertemu dengan Yen Yen. Gadis itu bersikap biasa saja, tersenyum dan mengangguk kepadanya seolah-olah mereka sudah lama menjadi rekan dan tidak pernah terjadi apa-apa di antara mereka. Hanya kakeknya dan tiga orang ketua cabang itu yang diam-diam merasa geli karena mereka melihat perubahan besar pada diri gadis itu.
  257. Para pendekar dan ketua perkumpulan persilatan besar seperti Siauw-lim-pai, Kun-lun-pai dan yang lain-lain merasa heran sekali melihat sikap Thian It Tosu ketua Bu-tong-pai yang secara tiba-tiba begitu bersemangat untuk memberontak terhadap kerajaan Ceng. Dan yang lebih mengherankan mereka lagi adalah betapa ketua ini sekarang tidak segan untuk bekerja sama dengan perkumpulan-perkumpulan sesat seperti Pek-lian-pai dan Pat-kwa-pai. Bahkan banyak tokoh Bu-tong-pai sendiri merasa heran akan sikap ketua mereka ini.
  258. Terdapat seorang kakek berusia enam puluh tahun lebih, tinggi besar berkepala botak dengan jubah merah, dan yang lain adalah pasukan pemerintah, dapat dikenal dari pakaian seragam mereka! Celaka, dia belum berhasil membunuh ketua Hek I Kaipang, sekarang telah dikepung pasukan pemerintah, dan agaknya gadis berpakaian serba hijau yang tadi menyerangnya dengan pedang adalah puteri ketuaHek I Kaipang yang pernah dia dengar dari keterangan Yen Yen. Gadis yang membuat Yen Yen kewalahan dan katanya lebih lihai dibandingkan ketua Hek I Kaipang sendiri.
  259. Maklum bahwa dia berada dalam bahaya karena dikeroyok banyak lawan yang cukup tangguh dan yang bermaksud untuk membunuhnya, Cu Goan Ciang segera mengeluarkan ilmu andalannya, yaitu Sin-tiauw ciang-hoat, ilmu rahasia yang dia pelajari dari gurunya, Lauw In Hwesio ketua Siauw-lim-si. Tiba-tiba dia mengeluarkan suara melengking panjang dan tubuhnya melayang ke atas bagaikan seekor burung rajawali sehingga semua serangan lawan luput dan ketika semua pengeroyok berdongak untuk mengikuti gerakan pemuda yang melayang seperti burung itu, Goan Ciang menukik turun dan begitu dia menyambar dengan kaki tangannya, empat orang pengeroyok roboh terpelanting seperti disambar petir.
  260. Undangan untuk pemilihan Beng-cu ini diadakan oleh Hwa I Kaipang dan Hek I Kaipang. Memang pandai sekali siasat yang dilakukan pemerintah, Hek I Kaipang mengirim utusan mencari Pek Mau Lokai dan tokoh tua Hwa I Kaipang ini diundang untuk mengadakan pertemuan dengan Coa Kun, ketua Hek I Kaipang. Dalam pertemuan ini, Coa Kun mengajak Pek Mau Lokai untuk menghentikan pertentangan antara kedua perkumpulan pengemis dan bersama-sama menyelenggarakan pemilihan Beng-cu. Pek Mau Lokai maklum bahwa kalau undangan terhadap para tokoh kang-ouw dilakukan atas namanya, maka tentu akan mendapat perhatian para tokoh kang-ouw, apa lagi masih ada nama Coa Kun, sebagai ketua Hek I Kaipang ikut pula mengundang.
Bagaimana sobat? mudah-mudahan kalimat di atas dapat membantu kaian. Jika punya kalimat lain, silahkan sobat tambahkan di kotak komentar.

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.