Dengan melihat dan mempelajari contoh-contoh kalimat untuk kata "menipu", kita akan terbantu untuk memahami arti dan pengertian dari kata tersebut. Perlu juga kalian pahami bahwa arti dan makna kata tersebut bisa berbeda untuk kalimat-kalimat yang tidak sama.
Bagaimana membuat kalimat dengan menggunakan kata "menipu" dalam bahasa Indonesia?
Contoh kalimat yang menggunakan kata "menipu" dapat dilihat pada contoh kalimat yang dikumpulkan dari berbagai sumber di internet seperti berikut ini.
Contoh-contoh Kalimat yang Menggunakan Kata "menipu"
- Suto Angil! Sekian lama kau menipu memperalat-ku.
- “Kalau begitu kau... kau telah menipu kami, menipu aku...”
- Maksudnya untuk menipu para tokoh silat dua golongan untuk bergabung dengan mereka.
- Yang kuat menindas yang lemah, yang pintar menipu yang bodoh, yang kaya merendahkan yang miskin.
- Ada serangan yang berusaha menipu pelayan dengan merekam pembicaraan antara klien dan pelayan sebelumnya.
- Dan sekali lagi, dia menipu kami dengan memasukkan seorang anak laki-laki yang dia katakan berbakat baik dan katanya merupakan anak yatim piatu.
- Kwa-kauwsu marah bukan main dan memandang kepada Cu Goan Ciang. “Orang she Cu, kiranya engkau telah menipu kami! Keparat busuk, siapa engkau sebenarnya?”
- Guru silat itu meragu, akan tetapi karena keadaan gawat, diapun mengangguk dan memperingatkan, “Cu Goan Ciang, kalau kalian menipu kami, kalian akan kami bunuh!”
- Suto Abang, dalam soal tipu menipu kau harus belajar dulu padaku! Kalau kau tidak percaya buka matamu lebar-lebar! Lihat! Datuk Lembah Akhirat melompat dari atas kereta.
- “Suheng, mereka ini sudah terbiasa bertindak curang, bagaimana kalau pelaksanaan itu tidak berjalan dengan seadilnya dan mereka menipu para petani?” tiba-tiba Shu Ta berkata.
- Polisi mendapat banyak laporan dari luar negeri tentang adanya user Indonesia yang mencoba menipu user lain pada situs web yang menyediakan transaksi lelang (auction) seperti eBay.
- 2. Replay attack [DHMM 96]: Jika seseorang bisa merekam pesan-pesan handshake (persiapan komunikasi), ia mungkin dapat mengulang pesan-pesan yang telah direkamnya untuk menipu salah satu pihak.
- “Tranggg....!” Pedangnya itu tertangkis oleh pedang di tangan Bi-kiam Niocu. Wanita ini marah sekali kepada Gu Lam Sang. Pemuda itu diharapkan untuk menjadi suaminya, akan tetapi ternyata pemuda itu menipu dan membohonginya.
- 4. Man-in-the-middle [Schn 96]: Jika spoofing terkadang hanya menipu satu pihak, maka dalam skenario ini, saat Anto hendak berkomunikasi dengan Badu, Maman di mata Anto seolah-olah adalah Badu, dan Maman dapat pula menipu Badu sehingga Maman seolah-olah adalah Anto.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.