Dengan melihat dan mempelajari contoh-contoh kalimat untuk kata "mengusir", kita akan terbantu untuk memahami arti dan pengertian dari kata tersebut. Perlu juga kalian pahami bahwa arti dan makna kata tersebut bisa berbeda untuk kalimat-kalimat yang tidak sama.
Bagaimana membuat kalimat dengan menggunakan kata "mengusir" dalam bahasa Indonesia?
Contoh kalimat yang menggunakan kata "mengusir" dapat dilihat pada contoh kalimat yang dikumpulkan dari berbagai sumber di internet seperti berikut ini.
Contoh-contoh Kalimat yang Menggunakan Kata "mengusir"
- Dia berusaha mengusir bayangan buruk itu.
- Spider pun nimbrung untuk mengusir kejenuhan.
- Seorang lelaki harus berani mengusir ketakutan.
- Kata kakek, dukun ini pernah mengusir hantu-hantu
- Pasti ada seekor yang rakus mengusir ayam-ayam lainnya.
- Kebiasaannya untuk mengusir lapar memang mengulum permen.
- Mereka telah menguasai Lurah Koa, mengusir semua tukang pukulnya.
- “Engkau ini manusia kurang ajar dari mana berani datang mengusir kami.
- Strategi ini berhasil mengusir kekuatan Uzbek di Khirazan pada tahun 1598.
- “Kenapa engkau menghentikan usahaku untuk mengusir racun dari tubuhmu?”
- Spider plus Mumu memilih duduk di belakang, karena angin masuk mengusir gerah.
- Sekarang juga, kita harus memecat mereka dan mengusir mereka dari dusun ini.”
- Jendela bis sengaja dibuka lebar-lebar, sehingga angin menerobos mengusir gerah.
- Pada Aigakari, setelah Gote P*2c untuk mengusir Rook Sente, maka Sente akan R-2f.
- “Bagaimana kalau aku membuat api unggun untuk mengusir nyamuk dan dingin, kek?”
- Betapa mudahnya dia melupakan Lee Siang! Akan tetapi, segera dia mengusir penyesalan ini.
- Kalau panglima sudah tidur, tentu penjaga itu tidak akan berani mengganggunya dan mengusir Cu In.
- Pada langkah selanjutnya Sente harus S-8g untuk mengusir Rook Gote sekaligus menjaga pawn di 7f .
- Tiba-tiba Souw Cu In memejamkan matanya kuat-kuat untuk mengusir perhatiannya terhadap pemuda itu.
- Kutanya apa kesalahan Gajah yang mereka keroyok dan pukuli, mereka malah menghina dan mengusir aku!"
- Dia harus dapat melakukan sesuatu untuk perjuangan mengusir penjajah Mongol dari tanah air, pikirnya.
- Dia berharap, semoga dengan sebatang rokok, bisa mengusir rasa dingin yang menusuki tulang-tulangnya.
- Tapi dia berusaha mengusir sikap apatis tadi dengan membayangkan lagi jejak-jejak perjalanannya kali ini.
- Dia memeluk cangkir hangat dari tanah liat itu erat-erat, seperti berusaha mengusir hawa dingin air sungai.
- Kemudian dengan cepaat menggoyang-goyangkan kepalanya seperti sedang mengusir sesuatu yang menusuki kepalanya.
- Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dari Yordania.
- TETAPI, rencana Israel untuk mengusir atau membunuh pemimpin Palestina Yasser Arafat dikecam seluruh dunia beradab.
- Shu Ta adalah seorang yang berjiwa patriot, yang seperti juga dia, bertekad untuk berjuang mengusir penjajah Mongol.
- Ki Rawe lemparkan sosok tubuh yang kaku itu ke dalam semak belukar lalu mengusir kuda yang kini tak bertuan lagi itu.
- Selain api itu dapat mendatangkan kehangatan, mengusir nyamuk, juga mereka kini dapat saling pandang dengan cukup jelas.
- Banyak memang kelompok pejuang pada waktu itu, orang-orang yang bergembar-gembor akan mengusir penjajah Mongol dari tanah air.
- Wajahnya yang cantik dan anggun itu agak dingin, akan tetapi senyumnya demikian manis sehingga dapat mengusir kesan dingin itu.
- Kami mohon Thian It Tosu mempertimbangkan kembali dan mengusir golongan sesat dari pertemuan ini, barulah kita bicara tentang perjuangan.
- “Hemm, kalian berdua telah melupakan hubungan baik antara aku dan ayah kalian, dan kalian membawa penduduk untuk menyerbu dan mengusir anak buahku.
- Sebelum kita dapat mengusir penjajah Mongol dari seluruh daratan Cina, perjuangan kita belum selesai, dan untuk itu kita harus dapat menarik dukungan rakyat.
- Peristiwa kecil ini menarik perhatian orang-orang di jalan itu dan melihat ini, Khabuli dengan mata melotot mengusir mereka yang berani mendekat dan menonton.
- Setelah berada seorang diri, dia mengerahkan tenaga dari dalam tan-tian menuju ke dadanya dan dalam waktu sebentar saja dia sudah mengusir racun itu dari tubuhnya.
- Totiang, ingatlah bahwa perjuangan kita ini bukan sekadar hendak menjatuhkan seorang kaisar untuk diganti kaisar baru, melainkan mengusir penjajah dari tanah air.
- Setelah mengguncang kepala dan mengusir kepeningan kepalanya, dia bangkit berdiri, mencabut pedangnya dan berteriak kepada anak buahnya untuk membunuh dua orang pengacau itu!
- Wuuuttttt.... desss....!! Keduanya terdorong ke belakang dan Tung-hai Lomo agak menggigil kedinginan, akan tetapi dia segera dapat mengusir hawa itu dengan pengerahan sinkangnya.
- Untuk itu, kita harus mampu menggerakkan seluruh kekuatan para pejuang dan bukan hanya membunuh kaisarnya, melainkan mengalahkan semua kekuatan mereka dan mengusir mereka dari tanah air.
- “Baiklah, aku akan menyebutmu Kakek atau Kai-ong. Aku berterima kasih sekali kepadamu, Kakek, karena kalau engkau tidak datang mengusir Katak Buduk itu, entah apa jadinya dengan diriku.”
- Kini, mendengar betapa gadis itu berpihak kepada mereka untuk mengusir semua tukang pukul dari tempat tinggal ayahnya sendiri, tentu saja mereka semua merasa gembira bukan main dan berbesar hati.
- Apabila Gote juga memilih Aigakari maka lanjutkan dengan P-2d, Gote harus Px2d, dan berikutnya Sente Rx2d, kemudian gote akan P*2c (asumsinya Gote sudah melakukan G-4b sebelumnya) untuk mengusir Rook Sente.
- “Saudara sekalian,” teriaknya, “mari kita berangkat ke rumah hartawan Ji. Akan tetapi sekali lagi ingat, kita tidak bermaksud membunuh, hanya mengusir para tukang pukul dari dusun ini untuk selamanya.
- Sepantasnya kalian diusir dengan hajaran keras karena selama ini kalian tiada ubahnya sekelompok perampok jahat yang mengganggu keamanan dusun ini! Koa-taijin masih berlaku murah hati dan hanya memecat dan mengusir kalian.
- Dia seorang diri saja, menggunakan tenaga dan kepandaiannya, bagaiman mungkin mampu berjuang, apa lagi kalau perjuangan itu bercita-cita mengusir penjajah dari tanah air? Menghimpun tenagapun tidak merupakan hal yang mudah.
- Dia nekat bahkan menyerangku, terpaksa aku melawan dan tanpa kusadari, pisau di tanganku sudah membacok lehernya dan diapun tewas!” Gadis itu menghela napas panjang dan memejamkan mata, seolah hendak mengusir kenangan itu.
- Tadinya penjaga itu mengira bahwa panglima itu tentu akan marah dan menyuruh dia mengusir wanita pengganggu itu, akan tetapi dia kecilik ketika melihat pangeran itu dan puteranya bangkit berdiri ketika mendengar pelaporannya.
- Lima orang itu membalapkan kuda mendaki sebuah bukit dan matahari sudah mulai mengirim sinarnya mengusir kegelapan malam ketika mereka tiba di lereng bukit itu, di mana terdapat dinding batu yang panjang, mengandung banyak gua-gua besar.
- Ketika melihat betapa hwesio itu telah berhasil mengusir tiga orang penjahat, wanita itu lalu maju dan menjatuhkan diri berlutut di depan kaki Bouw In Hwesio, menangis tersedu-sedu, tidak dapat mengeluarkan kata apapun untuk menyatakan terima kasihnya.
- Mendengar betapa dua orang pemuda yang ia jumpai di kuburan itu kini menjadi pengawal Lurah Koa dan mengalahkan dua puluh lima orang tukang pukul sang lurah, bahkan kemudian memecat dan mengusir semua tukang pukul bersama keluarga mereka meninggalkan dusun, diam-diam Ji Kui Hwa merasa kagum.
- Iis tersadar lagi kalau di sebelahnya ada orang lain, yang kalau ditilik dari penampilannya tidak jauh beda dengan Wawan. Memang bukan hal aneh untuk zaman sekarang, melihat anak-anak muda menyandang ransel di musim liburan, menyusuri jalan, menapaki bukit dan gunung untuk mengusir kejenuhan.
- “Siapakah engkau yang tak tahu diri dan kurang ajar berani menghentikan kereta? Tidak tahukah siapa yang menjadi penumpang kereta ini? Minggir, atau aku akan menerjangmu dan melindasmi!” Tukang kereta menggerakkan cambuknya yang panjang untuk mengusir orang itu yang dianggapnya sinting atau kurang ajar.
- Dia pernah mempelajari ilmu pengobatan, walaupun tidak banyak, dari gurunya ketika dia berada di kuil Siauw-lim-pai. Setidaknya, oleh Lauw In Hwesio dia diajar bagaimana caranya mengobati luka oleh senjata tajam, bahkan sedikit tentang pengobatan menggunakan tenaga sin-kang seperti mengobati luka dalam dan menggunakan sin-kang mengusir hawa beracun dari dalam tubuh korban.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.