Thursday, 29 October 2015

Kali ini kita akan membahas tentang Contoh Kalimat Menggunakan Kata "nasionalisme". Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Contoh Kalimat Menggunakan Kata "nasionalisme"


Dengan melihat dan mempelajari contoh-contoh kalimat untuk kata "nasionalisme", kita akan terbantu untuk memahami arti dan pengertian dari kata tersebut. Perlu juga kalian pahami bahwa arti dan makna kata tersebut bisa berbeda untuk kalimat-kalimat yang tidak sama.

Bagaimana membuat kalimat dengan menggunakan kata "nasionalisme" dalam bahasa Indonesia?
Contoh kalimat yang menggunakan kata "nasionalisme" dapat dilihat pada contoh kalimat yang dikumpulkan dari berbagai sumber di internet seperti berikut ini.

Contoh-contoh Kalimat yang Menggunakan Kata "nasionalisme"

  1. Kata Kunci : nasionalisme dan wawasan kebangsaan
  2. Salah satu sikap dan watak nasionalisme adalah selalu menegakkan kebenaran.
  3. Hal itu sesuai dengan konsep nasionalisme yang humanis dan berperikemanusiaan.
  4. Kesejajaran dengan bangsa lain merupakan salah satu butir nasionalisme gelombang ketiga.
  5. Perjuangan nasionalisme ditujukan pada penciptaan hari depan yang lebih baik dan lebih adil.
  6. Dalam tataran universal ini nasionalisme seiring dengan gagasan pembebasan manusia pada umumnya.
  7. Hal ini karena nasionalisme Indonesia mewajibkan warganya untuk melakukan kerja sama antar bangsa.
  8. Semua itu pada dasarnya juga merupakan bagian dari realisasi sikap nasionalisme dalam arti yang luas.
  9. Pada akhir bahasannya, Faruk memberi catatan kritis terhadap kecenderungan nasionalisme Pujangga Baru.
  10. Pembahasan tentang nasionalisme dalam sastra pernah dilakukan oleh Keith Foulcher (1991) dan Faruk (1995).
  11. Salah satu bentuk sesuatu yang disampaikan itu adalah pemikiran tentang nasionalisme dan wawasan kebangsaan.
  12. Bagi rakyat nasionalisme dan kebangsaan harus berkaitan dengan jaminan kelangsungan hidup mereka sehari-hari.
  13. Dengan kata lain fenomena nasionalisme dan kebangsaan dijadikan sebagai salah satu bahan dalam penciptaan karya sastra.
  14. Dalam kajian tersebut Faruk menekankan pembicaraan mengenai hubungan antara nasionalisme dengan sejarah sastra Indonesia.
  15. Berbagai uraian yang telah dikemukakan di atas memberikan gambaran yang mendasar bahwa nasionalisme merupakan konsep yang luas.
  16. Bahkan, selain secara gemilang memasukkan makna-makna filosofis, dia pun menanamkan ideologi nasionalisme dalam cerita silatnya.
  17. Dengan adanya semangat kebersamaan itulah nasionalisme di Indonesia dapat mengatasi semangat kesukuan, keagamaan, dan komunitas kecil.
  18. Penetapan kategorisasi tersebut di atas dengan pemikiran bahwa pada dasarnya nasionalisme merupakan suatu konsep ideologis yang dinamis.
  19. Menurutnya, nasionalisme sastra tradisi Pujangga Baru menjadi agak mengingkari historis mereka sendiri, yakni nasionalisme lokal mereka.
  20. Dari berbagai butir gagasan nasionalisme tersebut menunjukkan adanya dinamika dan perkembangan makna nasionalisme dan wawasan kebangsaan.
  21. Kajian tentang nasionalisme juga dilakukan oleh Faruk (1995) dalam tulisannya yang berjudul Universalisme yang Menyangkal: Nasionalisme dalam Sastra.
  22. Pikiran, gagasan, dan pandangan pengarang tersebut dapat berkaitan dengan rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang dituangkan dalam karya sastra.
  23. Untuk itu, ditentukan secara purposif novel yang dijadikan sebagai sumber data, yakni novel yang mengandung gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan.
  24. Tulisan ini berusaha mengungkap gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang terdapat dalam novel Indonesia modern dan perkembangan nasionalismenya.
  25. Di sinilah perlunya rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan dimiliki oleh generasi muda, yang pada akhirnya diharapkan dapat mengatasi kemaje­mukan yang ada.
  26. Pada akhirnya hal itu menjadi bagian dari bentuk pencerdasan baru bagi ma­sya­rakat pembaca, khususnya berkaitan dengan pemahaman nasionalisme dan kebangasaan.
  27. Bila dihubungkan dengan nasionalisme dan wawasan kebangsaan, pemahaman kemerdekaan bagi rakyat sebagaimana digambarkan di atas merupakan suatu fenomena tersendiri.
  28. Nasionalisme Indonesia tidak dapat dipisahkan dari imperialisme dan kolonialisme Belanda, karena sebenarnya nasionalisme merupakan rekasi terhadap bentuk kolonialisme.
  29. Upaya menggali gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan dapat dilakukan dengan memahami gagasan, konsep, dan pandangan yang disampaikan oleh para pemikir pada masa lalu.
  30. Penetapan kategori dilakukan berdasarkan hasil pemahaman terhadap nasionalisme yang dikemu­kakan oleh Soedjatmoko, Sutan Takdir Alisyhabana, Rahmat Witoelar, dan Moerdiono.
  31. - Ketika Prancis memenangi Piala Dunia 1998 dengan tim yang "multinasional", politikus sayap kanan mencoba mencari-cari perkara dengan mempersoalkan nasionalisme Zinedine Zidane dkk.
  32. Dalam upaya pemanfaatan novel sebagai bahan atau sarana untuk menanamkan nasionalisme pada generasi muda harus disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi nyata yang dihadapi.
  33. Gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan dalam novel tampak melalui interaksi antar tokoh, deskripsi pengarang, tingkah laku tokoh, dan gambaran peristiwa yanmg terdapat dalam novel.
  34. Salah satu upaya untuk menggali rasa nasionalisme dan wawasan kebangsaan dapat dilakukan dengan memahami gagasan, konsep, dan pandangan yang disampaikan oleh para pemikir pada masa lalu.
  35. Dari hasil kegiatan pembacaan dan penelaahan tersebut ditemukan enam novel yang secara esensial menampilkan gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan sebagai hal pokok yang dikaji dalam tulisan ini.
  36. Hal itu memberikan implikasi bahwa novel Indonesia modern dapat dijadikan sebagai salah satu srana atau bahan dalam upaya mengembangkan pemahaman tentang nasionalisme dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.
  37. Dengan demikian gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang terdapat di dalam novel masih memerlukan pema­haman dan interpretasi yang komprehensif agar dapat tetap dinamis dan sesuai dengan situasi kekinian.
  38. Persoalan lain yang terjadi dalam hubungan kesukubangsaan dan kebangsaan atau antara etnisitas dan nasionalisme adalah adanya tuntutan pengakuan dan keinginan yang berlebihan untuk mempertahankan identitas etnis dan agama.
  39. Konsep nasionalisme dan wawasan kebangsaan mengacu pada kesadaran suatu warga negara akan pentingnya ketunggalan bangsa, nation state.v Konsep tersebut bersifat idiologis dan disosialisasikan kepada setiap anggota (warga) negara.
  40. Sementara itu dalam tataran kontekstual, nasionalisme Indonesia merupakan kehendak untuk membangun sebuah dunia yang di dalamnya manusia Indonesia, sebagai bagian dri budaya ke-Timur-an, dapat merealisasikan dirinya secara bebas.
  41. Kategori yang dimaksud yaitu (1) Nasionalisme gelombang pertama: nasionalisme pra kemerdekaan,xi (2) Nasionalisme gelombang kedua: nasionalisme pasca kemerdekaan,xii dan (3) Nasionalisme gelombang ketiga: nasionalisme Indonesia baru.xiii
  42. Gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan diekspresikan oleh pengarang melalui struktur naratif, seperti pada (a) cerita yang bertokoh dan berlatar masa revolusi Indonesia, (b) sikap, perilaku, dan gagasan tokoh, dan (c) deskripsi narator.
  43. Bagaimanapun universalnya sifat nasionalisme yang diperjuangkan, ternyata tetap dalam kerangka keterbatasan, khususnya adanya nuansa kepentingan melawan dan menolak masyarakat, ras, dan kebudayaan tertentu, yakni imperialisme dan kolonialisme Belanda.
  44. Gagasan nasionalisme yang terkategori pada nasionalisme gelombang kedua meliputi (a) makna hakiki kemerdekaan, (b) merdeka bagi rakyat kecil, (c) jaminan kebebasan, (d) identitas kebangsaan, (e) perilaku kepemimpinan, (f) penegakan kebenaran, dan (g) penghapusan penindasan.
  45. Sesuai dengan uraian di atas, nasionalisme gelombang ketiga meliputi butir-butir (a) nasionalisme terbuka, (b) tujuan akhir perjuangan, (c) kecintaan pada kedamaian, (d) sejajar dengan bangsa lain, (e) patriotisme baru, (f) penguasaan Ipteks, dan (g) sikap dan semangat kemandirian.
  46. Dari enam buah sampel novel yang dikaji, tampak bahwa gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan diekspresikan oleh pengarang melalui struktur naratif seperti tampak pada cerita yang bertokoh dan berlatar masa revolusi Indonesia, di samping itu juga tampak pada sikap, perilaku, dan gagasan tokoh, juga deskripsi narator.
  47. Novel Indonesia modern mengandung gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang dapat dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu (a) nasionalisme gelombang pertama: nasionalisme pra-kemerdekaan, (b) nasionalisme gelombang kedua: nasionalisme pasca-kemerdekaan, dan (c) nasionalisme gelombang ketiga: nasionalisme Indonesia-baru.
  48. Gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang terungkap dalam sejumlah novel Indonesia modern berhubungan dengan butir-butir (a) sikap patriotisme, (b) rela berkorban, (c) strategi perjuangan, (d) kebersamaan dalam perjuangan, (e) motivasi dan makna perjuangan, (f) keyakinan dan perjuangan, dan (g) nilai kemanusiaan dalam perjuangan.
  49. Hal itu disebabkan nasionalisme kini berarti berjuang dalam membela kaum manusia yang terjajah, miskin dalam segala hal termasuk miskin kemerdekaan dan hak penentuan pendapat diri sendiri; manusia yang tak berdaya menghadapi para penguasa yang sewenang-wenang yang telah merebut bumi dan hak pribadinya dan memaksakan kebudayaan serta seleranya kepada si kalah.
  50. Hubungan antara keduanya dapat dilihat dalam dua tataran, yaitu tataran universal dan tataran kontekstual.viii Dalam tataran universal nasionalisme Indonesia pertama-tama adalah sebuah gerakan emasipasi, keinginan mendapatkan atau membangun kembali sebuah dunia yang luas, bebas, yang di dalamnya dan dengannya manusia dapat menghidupkan dan mengembangkan serta merealisasikan dirinya sebagai subjek yang mndiri dan bebas.
  51. Gagasan nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang terdapat dalam novel Indonesia modern tampak pada struktur naratif yang menggambarkan (a) jiwa patriotisme, (b) rela berkorban, (c) strategi perjuangan, (d) kebersamaan dalam perjuangan, (e) motivasi dan makna per­juangan, (f) keyakinan dalam perjuangan, dan (g) nilai kemanusiaan dalam perjuangan, (h) makna hakiki kemerdekaan, (i) merdeka bagi rakyat kecil, (j) jaminan kebebasan, (k) identitas kebangsaan, (l) perilaku kepemimpinan, (m) penegakan kebenaran, dan (n) menghapuskan penindasan, (o) tujuan akhir perjuangan, (p) kecintaan pada kedamaian, (q) sejajar dengan bangsa lain, (r) sikap patriotisme baru, (s) penguasaan Ipteks, dan (t) sikap dan semangat kemadirian.


No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.