Dengan melihat dan mempelajari contoh-contoh kalimat untuk kata "mengintai", kita akan terbantu untuk memahami arti dan pengertian dari kata tersebut. Perlu juga kalian fahami bahwa arti dan makna kata tersebut bisa berbeda untuk kalimat-kalimat yang tidak sama.
Bagaimana membuat kalimat dengan menggunakan kata "mengintai" dalam bahasa Indonesia?
Contoh kalimat yang menggunakan kata "mengintai" dapat dilihat pada contoh kalimat yang dikumpulkan dari berbagai sumber di internet seperti berikut ini.
Contoh-contoh Kalimat yang Menggunakan Kata "mengintai"
- Dia selalu mengintai dan memangsa buruannya.
- Lalu mengintai lagi, dan memangsanya yang lain.
- Dia lalu menyingkap semak-semak, mengintai keluar.
- Lauw In Hwesio dan Bouw In Hwesio mengintai dan menonton.
- Melihat ini,, Keng Han yang masih mengintai merasa penasaran sekali.
- Cepat ia mengintai dan melihat lima orang koki sedang membuat masakan.
- Dan dua orang yang mengintai di seberang jalan itu tidak ada lagi di tempatnya.
- Dan sudah dua jam Roy duduk mengintai di balik kaca Jimny kuning kepunyaan Yuke.
- Dia bersembunyi di bawah pohon, mengintai orang-orang yang lalu-lalang di sebuah warung.
- Pinto kira yang mengintai itu tentu mata-mata musuh, maka pinto menyerangnya sehingga dia tewas.
- Han Li mencontoh perbuatan gurunya dan kini mereka mendekam di atas atap dapur mengintai ke bawah.
- Cui In mengintai dan melihat bahwa pria itu berusia lima puluh tahun lebih, akan tetapi rambut kepalanya sudah banyak beruban.
- “Sudah, pergilah dan mulai sekarang engkau tidak boleh mengintai lagi,” katanya kesal kepada dua orang muridnya yang bodoh.
- Jurus tendangan itu sudah dilatih sebulan lebih, bahkan dia sudah beberapa kali mengintai dan mempraktekkannya di kamar tidurnya.
- Sering kali dia termenung dan kalau dia melihat para murid yang sudah dilatih ilmu silat, dia mengintai dan ingin sekali ikut berlatih.
- Biarpun para pengawal tadi tidak ada yang berani mengintai ke dalam, akan tetapi telinga mereka dapat menangkap percakapan yang nyaring itu.
- Namun, peraturan di situ amat kera, pernah dia dihukum bekerja sampai jauh malam hanya karena dia berani mengintai para murid yang berlatih ilmu silat.
- Pada saat itu, Pangeran Tao Seng memberi isyarat dan muncullah tiga orang datuk yang sejak tadi sudah mengintai dan menunggu isyarat dari sang pangeran.
- Bagaikan seekor burung saja ringannya, Cui In sudah melompati pagar tembok di bagian belakang rumah itu dan mendekam di atas untuk mengintai ke sebelah dalam pagar.
- Mereka mengadakan rapat di dalam tenda besar yang di jaga ketat sehingga tidak ada orang lain yang dapat mengintai atau ikut mendengarkan apa yang sedang dibicarakan.
- Ketika dia menyapu kebun, diapun mengintai ke arah dua orang putera lurah yang sedang berlatih silat dan agaknya sekali ini guru silat Teng nampak kesal dan marah-marah.
- Kiranya dia adalah sute (adik seperguruan) Beng An Tosu sendiri! Biarlah hal ini menjadi peringatan bagi kalian agar jangan ada yang berani lancang mendengarkan atau mengintai kami!”
- Keng Han menurut saja dan ikut mengintai dari balik semak, dan dari jauh dia melihat seorang laki-laki berusia enam puluhan tahun yang berjalan terpincang-pincang menggunakan sebatang tongkat.
- Selagi mereka ramai membicarakan hal itu, Thian It Tosu muncul dengan mata bersinar-sinar penuh kemarahan, “Itulah jadinya kalau ada yang lancang berani mengintai dan mendengarkan percakapan kami.
- Sikap Goan Ciang seperti seekor burung rajawali yang mengintai gerakan seekor ular yang mengitarinya dan yang mengancamnya, demikian tenang namun waspada dan setiap jaringan syaraf di tubuhnya menegang.
- “Apakah kalian tidak malu? Kalian yang kulatih, selama sebulan belum juga mampu melakukan gerakan jurus tendangan tadi, sedangkan penggembala kerbau itu, hanya dengan mengintai saja mampu melakukannya.
- Kedua pipi yang segar kemerahan dan halus mulus, sepasang mata yang lebar dengan sinar yang jernih hidung kecil mancung dan mulut yang setengah terbuka itu nampak indah, dengan deretan gigi mengintai dari balik bibir yang merah basah.
- Yo Han melihat bahwa mereka itu adalah para datuk sesat yang terkenal, yaitu Swat-hai Lo-kwi, Tung-hai Lo-mo dan Lam-hai Koai-jin. Tiga orang datuk ini memang sengaja tidak keluar dulu dan hanya mengintai dari dalam, melihat perkembangan keadaan.
- Mendengar ini, Gulam Sang lalu menitipkan Liong Siok Hwa kepada Hartawan Ji, kemudian dia sendiri cepat keluar pada malam itu, menuju ke istana Pangeran Tao Kuang. Dengan kepandaiannya yang tinggi dia berhasil masuk ke taman dan mengintai ketika Keng Han datang.
- Yen Yen dan Siauw Cu dapat menyelinap dan bersembunyi di balik semak belukar, mengintai keluar! Nampak sinar obor dan bermunculan puluhan orang dari bawah, orang-orang yang memegang obor dan senjata tajam, jelas di bawah sinar api itu nampak orang-orang berpakaian perajurit dan mereka berpakaian tambal-tambalan serba hitam.
- Kalau sebaliknya, tentu kijang itu tahu bahwa ada manusia di dekatnya dan kalau ia sudah melarikan diri, bagaimana mungkin dapat mengejarnya? Sambil bertiarap itu, tangannya mengambil sebuah batu sebesar kepalan tangannya dan setelah mengintai dan membidik dengan tepat, tiba-tiba dia bangkit dan melontarkan batu itu ke arah kepala kijang.
- Dalam kesempatan inilah dia diam-diam mengintai kedua orang putera lurah itu berlatih silat di kebun belakang, dipimpin oleh Teng-kauwsu. Dia merasa tertarik sekali, dan setiap kali dia melihat gerakan-gerakan silat itu dan mendengarkan penjelasan Teng-kauwsu kepada dua orang muridnya yang agaknya bebal dan sukar menguasai setiap jurus gerakan silat, maka pada malam harinya, di kamarnya dekat kandang, Siauw Cu melatih diri dan mencoba untuk memainkan jurus-jurus yang dilihatnya sore tadi.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.